Bisnis Dan Usaha

Bikin Hidup semakin Hidup.......!!! Hidup harus ada Perjuangan...!!

Kamis, 26 Agustus 2010

TIM KEBANGGAAN INDONESIA

August, 13 2010 18:30 Yamaha U-13 & RI1
Kegembiraan kesebelasan Garuda yang menjuarai juara Yamaha ASEAN Football Cup U-13 2010 semakin lengkap. Presiden Bambang Yudhoyono menyambangi Garuda di PUSDIKPASSUS Batujajar - Jawa Barat. Inilah momentum titik balik dari kejayaan sepakbola Indonesia di masa depan.
Dalam kesempatan ini Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng memperkenalkan tim Garuda yang baru saja memenangkan kejuaraan sepakbola tingkat ASEAN dalam ajang Yamaha ASEAN Football Cup U-13. Dalam kesempatan itu Menpora menyampaikan kebanggaannya yang ada dalam acara ini. ?Bahwa hanya ada dua kesempatan bendera Indonesia dikibarkan di Negara orang. Pertama saat kunjungan Presiden RI atau urusan kenegaraan. Dan yang kedua saat atlet Indonesia memenangkan medali emas di pertandingan tingkat Internasional? tutur Andi Mallarangeng. Perkenalan tim Garuda oleh Menpora disambut tepuk tangan meriah dari seluruh undangan yang hadir.
Kesebelasan Garuda asuhan Pelatih Kepala Rahmat ini mendapatkan kesempatan sebagai tim yang diundang dalam acara Tatap Muka dengan atlet PRIMA. PRIMA adalah program pelatihan bagi atlet yang dipersiapkan untuk menghadapi Sea Games mewakili Indonesia. 
Presiden Bambang Yudhoyono menyampaikan pidatonya kepada seluruh undangan yang hadir sore itu. "Olahraga tidak jauh beda dengan militer. Sama-sama berjuang demi Negara, dengan semboyan berjuang sampai tetes darah penghabisan. Namun bagi atlet tetes darah penghabisan hanyalah kiasan sedangkan untuk militer itu merupakan pengertian sesungguhnya. Jadi, para atlet harus mempunyai semangat yang sama", jelas Presiden RI.
Di akhir acara, Presiden Bambang Yudhoyono dan Andi Mallarangeng berfoto bersama dengan tim Garuda beserta perwakilan Yamaha Indonesia yaitu Presiden Direktur Dyonisius Beti, Tsuneji Suzuki, Eiji Tada, Bambang Asmarabudi, Paulus S. Firmanto dan Indra Dwi Sunda.

Profil Tim Garuda

Yamaha ASEAN Cup Football U-13 2010 telah mendapatkan sang juara baru. Kesebelasan Garuda menjadi juara pertama setelah melalui pertandingan 2 kali 30 menit melawan kesebelasan Thailand di babak final dengan skor 3 - 1. Kemenangan tim Garuda di tingkat ASEAN menjadi babak baru Indonesia menatap sepakbola di masa depan.
Di usia 13 tahun pemain muda berbakat dari Indonesia sudah mampu bersaing di tingkat ASEAN. Yamaha ASEAN Cup Football U-13 2010 diikuti oleh 4 negara yaitu Thailand, Malaysia, Vietnam dan Indonesia. Indonesia dan Vietnam berhak mengirimkan 2 tim karena Vietnam sebagai juara bertahan dan Indonesia sebagai tuan rumah. Indonesia mengirimkan 2 tim yang diberi nama Indonesia I dan Indonesia II. Dan gabungan dari tim Indonesia I dan II diubah namanya menjadi tim Garuda.
Ajang Yamaha ASEAN Football Cup U-13 tahun 2010 diadakan di Jakarta mulai dari 30 Juli hingga 1 Agustus 2010. Perhelatan ini diadakan di GOR Soemantri Brodjonegoro di daerah Kuningan Jakarta. Dalam acara ini melibatkan 6 tim yaitu Thailand, Malaysia, Vietnam I, Vietnam II, Indonesia I dan Indonesia II. Pertandingan diawali dari babak kualifikasi dimana posisi tim dalam grup ditentukan oleh undian yang diadakan sehari sebelumnya. Setelah melalui kualifikasi kemudian menuju babak semifinal dan diakhiri dengan babak final. Sistem regulasi yang diterapkan dalam pertandingan ini memiliki standar regulasi U-13 Internasional.
Hasil dari Yamaha ASEAN Football Cup U-13 2010 menempatkan Indonesia berada di juara pertama. Sedangkan posisi kedua ditempati oleh Thailand dan untuk posisi ketiga dan ke empat disi oleh tim Indonesia I dan tim asal Malaysia.
Kini melalui Yamaha ASEAN Cup U-13, Yamaha Motor berharap bahwa pemain-pemain muda yang bertanding didalamnya akan terus memelihara cita-cita dan ambisinya untuk bisa berlaga di pentas sepakbola dunia seperti Piala Dunia ataupun Olimpiade.
Menyaksikan Piala Dunia 2010 dimana terdapat negara asal Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Korea Utara dan Australia, membuktikan bahwa pembinaan dan kompetisi pemain-pemain muda yang terarah akan melahirkan pemain sepakbola bertaraf internasional. Begitupun dengan harapan bangsa Indonesia yang mendambakan kesebelasannya bisa berada di panggung sepakbola internasional. Untuk itu Yamaha memfasilitasinya sejak dini melalui Yamaha ASEAN Cup U-13.
Bagi Yamaha, dengan diadakannya Yamaha ASEAN Cup U-13 2010 membuktikan kontribusi Yamaha Motor untuk pembangunan masa depan dengan meningkatkan sumber daya manusia terutama di bidang sepakbola Indonesia usia 13 tahun kebawah.

Selasa, 03 Agustus 2010

Sekilas Info

Seorang PNS Diduga Lakukan Pelecehan di Busway

Seorang PNS Diduga Lakukan Pelecehan di Busway
Jakarta (ANTARA) - Seorang pengawai negeri sipil digelandang petugas keamanan Bus Transjakarta ke Polres Jakarta Pusat, karena diduga melakukan pelecehan terhadap penumpang perempuan.
Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hamidin di Jakarta, Senin, mengatakan, korbannya adalah mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah dan mahsiswi Universitas Trisakti dan pelakunya adalah DA (35) yang berstatus PNS.
"Mahasiswi tersebut berinisial DW dan NG," ujar Kapolres.
Menurut Hamidin, pelaku DA (35) berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dengan jabatan staf Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pelecehan itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat busway jurusan Pulogadung Harmoni, dalam keadaan penuh.
Perlakuan tidak senonoh itu mulai terjadi saat DA, naik dari shelter di kawasan Cempaka Putih, dan langsung berdiri di belakang DA dan NG.
"Kondisi padat, pelaku dan korban dalam keadaan berdiri," ujar Hamidin.
Seperti sengaja, bersamaan dengan bus yang sedang mengerem, pelaku menciumi lengan korban. Tapi perlakuan ini masih dianggap biasa karena kondisi busway sedang penuh.
Tapi, korban korban mulai sadar karena kejadian ini berlangsung berkali-kali saat busway mengerem.
Lanjut Hamidin, pelaku malah sengaja memegang payudara kedua mahasiswi itu saat mobil mendekati halte Haromini. Kedua mahasiswi itu tentu berteriak.
"Suasana bus mendadak menjadi ramai, DW dan NG langsung menunjuk DA dan meneriakinya telah melakukan perbuatan cabul," lanjut Hamidin.
Berdasarkan kejadian itu, petugas busway segera mengamankan DA dan membawanya ke Pos Polisi Sangaji di kawasan Harmoni.
Kedua korban dan pelaku kemudian dibawa ke Polres Jakarta Pusat, dan segera diperiksa di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak.
Sebelum diamankan polisi, pelaku sempat dipukuli oleh puluhan penumpang lain di shelter bus Harmoni. Kini, DA terus dimintai keterangan sementara korban sudah diperbolehkan pulang.
"Korban masih shock, jadi tadi sudah disuruh pulang setelah di-BAP," ujar Hamidin.
Hamidin menambahkan, tersangka dijerat dengan pasal 281 ayat 2, tentang tindak kesusilaan di muka umum yang berhubungan dengan nafsu kelamin. Dia terancam hukuman dua tahun delapan bulan penjara.
"Sudah jadi tersangka dijerat dengan pasal 281 ayat 2 dan akan ditahan," ujar Hamidin.

Sekilas Info

Seorang PNS Diduga Lakukan Pelecehan di Busway

Seorang PNS Diduga Lakukan Pelecehan di Busway
Jakarta (ANTARA) - Seorang pengawai negeri sipil digelandang petugas keamanan Bus Transjakarta ke Polres Jakarta Pusat, karena diduga melakukan pelecehan terhadap penumpang perempuan.
Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hamidin di Jakarta, Senin, mengatakan, korbannya adalah mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah dan mahsiswi Universitas Trisakti dan pelakunya adalah DA (35) yang berstatus PNS.
"Mahasiswi tersebut berinisial DW dan NG," ujar Kapolres.
Menurut Hamidin, pelaku DA (35) berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dengan jabatan staf Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pelecehan itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat busway jurusan Pulogadung Harmoni, dalam keadaan penuh.
Perlakuan tidak senonoh itu mulai terjadi saat DA, naik dari shelter di kawasan Cempaka Putih, dan langsung berdiri di belakang DA dan NG.
"Kondisi padat, pelaku dan korban dalam keadaan berdiri," ujar Hamidin.
Seperti sengaja, bersamaan dengan bus yang sedang mengerem, pelaku menciumi lengan korban. Tapi perlakuan ini masih dianggap biasa karena kondisi busway sedang penuh.
Tapi, korban korban mulai sadar karena kejadian ini berlangsung berkali-kali saat busway mengerem.
Lanjut Hamidin, pelaku malah sengaja memegang payudara kedua mahasiswi itu saat mobil mendekati halte Haromini. Kedua mahasiswi itu tentu berteriak.
"Suasana bus mendadak menjadi ramai, DW dan NG langsung menunjuk DA dan meneriakinya telah melakukan perbuatan cabul," lanjut Hamidin.
Berdasarkan kejadian itu, petugas busway segera mengamankan DA dan membawanya ke Pos Polisi Sangaji di kawasan Harmoni.
Kedua korban dan pelaku kemudian dibawa ke Polres Jakarta Pusat, dan segera diperiksa di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak.
Sebelum diamankan polisi, pelaku sempat dipukuli oleh puluhan penumpang lain di shelter bus Harmoni. Kini, DA terus dimintai keterangan sementara korban sudah diperbolehkan pulang.
"Korban masih shock, jadi tadi sudah disuruh pulang setelah di-BAP," ujar Hamidin.
Hamidin menambahkan, tersangka dijerat dengan pasal 281 ayat 2, tentang tindak kesusilaan di muka umum yang berhubungan dengan nafsu kelamin. Dia terancam hukuman dua tahun delapan bulan penjara.
"Sudah jadi tersangka dijerat dengan pasal 281 ayat 2 dan akan ditahan," ujar Hamidin.

shinta and jojo - Keong Racun

Senin, 19 Juli 2010

Usaha

Dijual Sarimbitan dapat kan harga khusus dari kami warna bisa
memilih sendiri sesuai selera.
Kain dijamin tidak panas.

Bisnis dan Keuangan

Pemerintah Jamin Sembako Aman
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liauw
Senin, 19 Juli 2010 | 11:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjamin, pasokan kebutuhan pokok hingga Lebaran tetap aman. Mari meminta seluruh masyarakat agar tidak khawatir adanya kelangkaan kebutuhan pokok.
"Bulog memiliki 500.000 ton untuk operasi pasar. Saat ini stok semua barang, beras, gula, minyak goreng, daging, dan lain sebagainya, aman. Bahkan sampai akhir tahun, stoknya cukup. Kita juga sudah melihat perkembangan harga. Jadi tidak perlu khawatir. Itu juga penting kami tegaskan," ujar Mari kepada para wartawan sesaat sebelum mengikut rapat kabinet terbatas bidang ekonomi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/7/2010).
Ditambahkan Mari, demi memastikan distribusi stok kebutuhan pokok, pada Senin pukul 15.00 ini pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait. "Kami akan rapat koordinasi dengan semua pihak karena selain pasokan kita juga harus menjamin tidak ada gangguan distribusi. Kami lakukan koordinasi dengan dengan organda dan organisasi lain yang melakukan angkutan, Kementerian Perhubungan, dan polisi karena ini juga menyangkut aspek keamanan juga harus kita jaga. Jadi hari demi hari kita lakukan koordinasi," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatakan, pihaknya akan menggelar pasar murah yang menjual bahan kebutuhan pokok seminggu sebelum memasuki bulan puasa sampai seminggu sebelum Lebaran. Pasar Murah rencananya akan digelar di lima kota dan satu kabupaten. Rendahnya harga bahan pokok dalam pasar murah diharapkan dapat membuat pedagang besar tidak berani melakukan penimbunan barang untuk menaikkan harga.

Berita

Wah... Satpol PP Peras dan Lecehkan ABG
Sabtu, 17 Juli 2010 | 20:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Dua oknum Satpol-PP Balai Kota DKI, Ciptoryanto (26) dan Suharyanto (37), diduga memeras dan melecehkan pasangan ABG, Rs (16) dan Yl (15), saat pasangan ini kedapatan berpacaran di Taman Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (17/7/7) sekitar pukul 02.30.
Dua satpol PP yang masih PTT (pegawai tidak tetap) itu berlagak merazia KTP pasangan ABG asal Cilacap itu. Bahkan salah seorang oknum pelaku melakukan perbuatan asusila dengan cara memaksa Yl melakukan tindakan tak senonoh.
Dari informasi yang diperoleh Warta Kota, kejadian berawal saat Rs dan Yl berduaan di Taman Monas, hingga Sabtu dinihari. Lalu Ciptoryanto dan Suharyanto yang bertugas malam memergoki mereka masih berduaan.
Kedua oknim Satpol PP yang mengenakan seragam tugas itu meminta Rs dan Yl menunjukkan KTP. Lantaran tidak punya, korban pun dimintai uang bila tidak ingin dibawa ke panti sosial di Kedoya, Jakbar.
Karena takut, Rs menyerahkan uang Rp 40.000. Belum puas dengan itu, Suharyanto menarik Yl lalu memaksanya melakukan perbuatan tak senonoh. Sementara Rs tidak dapat berbuat apa-apa.
Diperlakukan seperti itu, Rs dan Yl kemudian mengadukan perbuatan oknum satpol PP itu ke Kepolisian Sektor Metro Gambir, Jakarta Pusat.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Gambir Ajun Komisaris Mustakim mengatakan, pihaknya telah mengamankan kedua oknum Satpol PP itu. "Masih dimintakan keterangannya," tegasnya.
Akibat perbuatannya, keduanya terancam Pasal 289 dan 386 KUHP tentang pencabulan dan pemerasan dengan ancaman masing-masing pasal maksimal 9 tahun penjara. (Warta Kota/Budi SL Malau)